Hari Peringatan Peristiwa Pertempuran Selat Sunda
Pertempuran Selat Sunda merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah Indonesia. Tanggal 27 Februari 1942 mungkin terasa seperti sudah lama berlalu, namun pada hari itu, pertempuran laut yang sengit terjadi di perairan sempit antara Jawa dan Sumatra yang mengubah jalannya sejarah. Pada saat itu, dunia sedang dalam kekacauan akibat Perang Dunia II. Jepang, dengan ambisi besarnya, mulai memperluas kekuasaannya di seluruh Asia Tenggara. Indonesia, yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, menjadi salah satu target utama serangan Jepang.
Di tengah ketegangan yang meningkat, dua kapal perang Sekutu melintasi perairan Indonesia. USS Houston, kapal penjelajah berat yang menjadi kebanggaan Amerika Serikat, dan HMAS Perth, kapal penjelajah ringan dari Australia. Kedua kapal tersebut bertugas melindungi Hindia Belanda dari ancaman Jepang. Tanpa mereka ketahui, malam itu akan menjadi malam terakhir mereka. Saat melintasi Selat Sunda, kedua kapal Sekutu tiba-tiba bertemu dengan konvoi besar kapal-kapal Jepang. Kapal-kapal pengangkut tersebut membawa ribuan tentara Jepang yang siap mendarat di Teluk Banten. Situasi ini tidak bisa diabaikan. Kedua kapal Sekutu segera mengambil keputusan berani: mereka akan menggagalkan rencana pendaratan Jepang, meskipun harus menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar.
Pertempuran pun tidak bisa dihindari. Dimulai sekitar pukul 23.00, pertempuran sengit berlangsung selama tujuh jam berturut-turut di perairan yang gelap. USS Houston dan HMAS Perth menembakkan semua meriam yang mereka miliki, sementara kapal-kapal Jepang membalas dengan serangan yang semakin dahsyat. Torpedo demi torpedo menghantam badan kapal, ledakan demi ledakan memecah keheningan malam. Akhirnya, setelah berjuang hingga titik terakhir, kedua kapal kebanggaan tersebut tenggelam ke dasar laut. Ratusan awak kapal, termasuk komandan mereka, gugur dalam pertempuran yang tidak seimbang ini. Dalam dua hari pertempuran tersebut, pasukan sekutu kehilangan lima kapal perang mereka. Sementara Jepang, meski mengalami kerusakan pada satu kapal destroyer dan beberapa kapal transport kecil, berhasil mencapai tujuan mereka beberapa hari kemudian.
Namun, kisah pertempuran Selat Sunda bukan sekadar cerita tentang peperangan dan kekalahan. Di balik semua itu, ada pelajaran berharga yang harus kita ingat. Para prajurit yang gugur di sana, baik dari Amerika, Australia, maupun Belanda, telah menunjukkan bahwa keberanian dan pengorbanan tidak selalu tentang kemenangan. Mereka rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk sesuatu yang mereka yakini benar. Yang mungkin tidak mereka sadari saat itu adalah bahwa perjuangan mereka juga secara tidak langsung telah membuka jalan bagi kemerdekaan Indonesia. Jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang justru mempercepat kesadaran nasional rakyat Indonesia. Pengalaman pahit di bawah pemerintahan Jepang justru memunculkan tekad yang lebih kuat untuk merdeka.
Setiap tahun, peringatan pertempuran Selat Sunda mengingatkan kita akan sejarah yang tidak boleh dilupakan. Bukan hanya untuk mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga untuk mengingatkan kita bahwa kemerdekaan dan kedaulatan bangsa bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Di balik kebebasan yang kita nikmati hari ini, ada pengorbanan yang pernah dibuat oleh mereka yang datang sebelum kita.
Source:
https://ukwms.ac.id/peringatan-pertempuran-selat-sunda/#:~:text=Pertempuran%20ini%20berlangsung%20selama%20dua,mempertahankan%20kemerdekaan%20dan%20kedaulatan%20negara.
https://fakta.com/memoar/fkt-22549/sejarah-28-februari-1942-jepang-vs-sekutu-di-selat-sunda
https://www.navy.gov.au/about-navy/history/history-milestones/hmas-perth-battles-java-sea-sunda-strait

Komentar
Posting Komentar