Postingan

Menampilkan postingan dari September 7, 2025

Tragedi Tanjung Priok 1984: Luka yang Belum Tuntas

Gambar
  Peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984 menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah politik Indonesia yang hingga kini masih menyisakan luka. Insiden ini tidak hadir tiba-tiba, melainkan lahir dari ketegangan panjang antara rezim Orde Baru dengan kelompok masyarakat, khususnya komunitas Muslim di Jakarta Utara, yang merasa ruang keberagamaan mereka semakin dipersempit oleh kebijakan negara. Pemicunya terjadi dua hari sebelumnya, ketika seorang Babinsa, Sertu Hermanu, memasuki Musholla Assa’adah tanpa melepas sepatu dan mencopot spanduk yang dianggap menentang kebijakan asas tunggal Pancasila. Peristiwa itu dianggap melecehkan kesucian rumah ibadah, memicu amarah warga, dan mendorong terjadinya protes massal. Situasi semakin memanas ketika beberapa orang ditahan, sehingga gelombang solidaritas umat muncul dalam bentuk pengajian akbar yang berujung pada bentrokan besar dengan aparat pada malam 12 September 1984. Ketika ribuan orang berkumpul untuk menyuarakan ketidakpuasa...

Munir: Racun di Langit, Luka di Bumi

Gambar
Munir Said Thalib lahir di Batu, Jawa Timur, 8 Desember 1965, dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Brawijaya sebelum dikenal sebagai advokat HAM yang lantang membela kaum tertindas. Kariernya dimulai dari LBH Surabaya tahun 1989, kemudian pindah ke YLBHI Jakarta pada 1996, tepat di tahun-tahun terakhir Orde Baru. Munir tampil sebagai wajah perlawanan terhadap praktik penculikan dan penghilangan paksa aktivis. Pada 1998, ia mendirikan KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, yang hingga kini menjadi simbol keberanian melawan impunitas negara. KontraS bukan sekadar lembaga advokasi, melainkan monumen moral yang menolak lupa terhadap kekerasan negara. Namun, di mata sebagian elite, langkah Munir adalah ancaman: upaya membuka tabir gelap masa lalu dianggap mengganggu stabilitas politik yang sedang dibangun di awal reformasi. Perlawanan Munir dibayar mahal. Rumahnya pernah diteror bom pada 2003, kantor KontraS diserang massa bayaran, dan dirinya kerap menerima...