Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 24, 2026

Profesionalisme yang Diadili

Gambar
Dunia profesional di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Saat ini, dua orang visioner, Nadiem Makarim dan Nicko Widjojo, harus duduk di kursi pesakitan. Mereka bukan sedang diadili karena mencuri uang rakyat, melainkan karena dianggap terlalu berani melakukan perubahan. Banyak pihak yang merasa nyaman dengan sistem yang lambat dan berbelit-belit merasa terancam oleh gebrakan yang mereka lakukan. Berita yang beredar pun menggambarkan mereka seolah-olah sebagai penjahat, padahal kebijakan yang mereka ambil diyakini sebagai upaya untuk membawa kemajuan. Sayangnya, bagi sistem yang masih kaku dan konservatif, inovasi sering kali dipandang sebagai ancaman. Kasus Nadiem dan Nicko menjadi gambaran bahwa di Indonesia, bekerja cepat, adaptif, dan progresif justru dapat berujung pada ancaman terhadap karier bahkan kebebasan seseorang. Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, dikenal sebagai technocrat-entrepreneur yang membawa gaya manajem...

Rupiah Per-hari Ini

Gambar
  Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga berulang kali mencetak rekor-rekor pelemahan baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini menandai tekanan ganda yang datang dari kondisi moneter global dan tantangan struktural domestik yang mulai diuji oleh pelaku pasar. Disisi lain, respons kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin belum cukup mampu meredam tekanan tersebut. Oleh sebab itu, penguatan kebijakan sebaiknya dibarengi dengan kepastian kebijakan demi efektivitas stabilisasi. Namun, Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Nganjuk (16 Mei 2026) menyampaikan pernyataan bahwa "orang desa tidak memakai dolar". Sebenarnya ini adalah bentuk komunikasi krisis yang bersifat populis. Tujuannya adalah untuk containment (pembatasan) kepanikan massa guna menjaga stabilitas sosial. Dalam teori komunikasi politik, pernyataan ini berfungsi sebagai instrumen simbolik untuk memisahkan antara dinamika elit ekonomi dengan realitas ekonom...