Hari Tani Nasional: Reforma Agraria yang Masih Jauh dari Sawah
Angka-Angka Terbaru (2023–2024)
Konflik Agraria
- Konflik tersebut terjadi di lahan seluas 638.188 hektar, menyebar di 346 desa, dan berdampak pada 135.603 kepala keluarga (KK)
- Sektor perkebunan dan agribisnis mendominasi konflik 2023 dengan 108 kasus (44,8 % dari total).
- Dari 108 konflik di sektor perkebunan, 88 kasus terjadi di perkebunan sawit.
- Selain itu, 2023 juga menyaksikan kriminalisasi—252 orang dijerat hukum, 52 orang dianiaya, 2 orang tertembak, dan 3 orang tewas dalam konflik agraria.
- Pada 2024, konflik agraria melonjak. KPA mencatat 295 letusan konflik, naik sekitar 21 % dari 2023.
- Konflik terjadi di atas lahan seluas 1.113.577,47 hektar, dan berdampak pada 67.436 keluarga di 349 desa.
Hari Tani Nasional bukan sekadar simbol politis. Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa konflik agraria semakin sering meledak, tekanan terhadap petani semakin nyata — dan ketimpangan struktural masih bertahan. Dalam 2023, terjadi 241 konflik di lahan seluas lebih dari 638 ribu ha, menimpa lebih dari 135 ribu keluarga. Sementara itu, 2024 mencatat eskalasi dramatis: 295 konflik di atas lebih dari 1,11 juta ha, mempengaruhi 67 ribuan keluarga. Sektor perkebunan dan megaproyek infrastruktur masih menjadi episentrum konflik.
Ketimpangan kepemilikan tanah pun tak kalah mencemaskan. Sekitar 1 % pemilik tanah menguasai hampir setengah bidang pertanian, sementara mayoritas petani hanya memiliki lahan sangat kecil — sebagian besar di bawah 0,5 hektare. Data-data ini menegaskan bahwa reforma agraria sejati belum terwujud. Negara dan masyarakat harus mempersepsikan Hari Tani Nasional tidak sebagai nostalgia, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dan mengambil langkah konkret: redistribusi lahan, penyelesaian konflik struktural, dan perlindungan hak petani. Hanya dengan begitu janji pasal 33 dan UUPA 1960 bisa menemukan wujud sejati.
Referensi
Peraturan BPK. (1960). Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Download/116465/UU0051960.pdf
KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria). (1963). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963 tentang Hari Tani Nasional. KPA. https://www.kpa.or.id/image/2024/07/keppres-no-169-tahun-1963-hari-tani.pdf
Kumparan. (2021, September 24). Agrarische Wet 1870: Undang-Undang Agraria kolonial dan dampaknya di Indonesia. Kumparan. https://kumparan.com/ragam-info/agrarische-wet-1870-undang-undang-agraria-kolonial-dan-dampaknya-di-indonesia-24wDKjtVQYh
Konsorsium Pembaruan Agraria. (2024). Catatan akhir tahun 2023: Reforma agraria jalan panjang menuju demokrasi agraria. KPA. https://www.kpa.or.id/image/2024/01/catahu-2023-kpa.pdf
Konsorsium Pembaruan Agraria. (2025). Catatan akhir tahun 2024: Menata kembali agenda reforma agraria. KPA. https://www.kpa.or.id (PDF resmi, rilis Januari 2025)
Kontan. (2024, January 22). KPA: Konflik agraria naik mencapai 241 letusan sepanjang 2023. Kontan Nasional. https://nasional.kontan.co.id/news/kpa-konflik-agraria-naik-mencapai-241-letusansepanjang-2023
Betahita. (2025, January 23). KPA: Konflik agraria naik 21 persen pada 2024. Betahita.id. https://betahita.id/news/detail/10870/kpa-konflik-agraria-naik-21-.html
SIEJ. (2024, 15 Maret). KPA: Konflik agraria di Indonesia naik. Diakses 24 September 2025, dari https://www.siej.or.id/id/ekuatorial/kpa-konflik-agraria-di-indonesia-naik?utm_

Komentar
Posting Komentar