Hari Ini Surabaya, Besok Mungkin Kita Semua
Surabaya kembali menjadi saksi bagaimana ruang demokrasi diuji. Di tengah penyampaian aspirasi oleh mahasiswa, beredar laporan mengenai puluhan massa aksi yang diamankan aparat dan dugaan adanya tindakan intimidasi terhadap peserta aksi. Peristiwa semacam ini tidak hanya meninggalkan trauma bagi mereka yang turun ke jalan, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius, apakah kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi masih benar-benar mendapatkan perlindungan ketika berhadapan dengan kekuasaan?
Kepolisian seharusnya berdiri sebagai pelindung hak warga negara, bukan menjadi simbol ketakutan bagi mereka yang menyampaikan kritik. Ketika pendekatan yang lebih menonjol adalah represi daripada dialog, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum ikut dipertaruhkan. Wibawa kepolisian tidak dibangun dari banyaknya orang yang ditangkap, melainkan dari kemampuannya menjaga keamanan sekaligus menghormati hak-hak sipil masyarakat. Semakin kritik dibalas dengan tindakan koersif, semakin kuat kesan bahwa suara rakyat dipandang sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari demokrasi.
Mahasiswa turun ke jalan bukan karena membenci negara. Mereka turun karena percaya bahwa negara harus terus dikoreksi agar tidak melenceng dari cita-cita reformasi. Sejarah membuktikan bahwa setiap kali kekuasaan merasa paling benar dan kritik dianggap sebagai gangguan, saat itulah demokrasi mulai kehilangan maknanya. Menangkap mahasiswa mungkin dapat membubarkan demonstrasi hari ini, tetapi tidak akan pernah mampu menghentikan lahirnya gagasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Demokrasi tidak membutuhkan aparat yang antikritik, melainkan aparat yang percaya diri menghadapi kritik dengan profesionalisme dan penghormatan terhadap hukum. Jika benar tindakan represif terus menjadi jawaban atas suara mahasiswa, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kebebasan akademik, melainkan masa depan negara hukum itu sendiri. Negara yang kuat bukanlah negara yang berhasil membungkam kritik, melainkan negara yang mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaannya.
Source:
https://www.tempo.co/politik/demonstrasi-di-surabaya-ricuh-10-orang-ditangkap-2271864
https://surabaya.kompas.com/read/2026/06/26/221334778/polisi-tangkap-belasan-orang-dalam-aksi-demo-di-grahadi-surabaya
https://jatim.idntimes.com/news/jawa-timur/sejumlah-demonstran-indonesiasekarat-di-surabaya-ditangkap-polisi-00-w15v1-f379l2
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260626220000-12-1373857/alasan-polisi-tangkap-belasan-orang-saat-aksi-massa-sipil-surabaya

Komentar
Posting Komentar