Postingan

Hari Toleransi Internasional: Dari Prinsip hingga Praktik Kritis

Gambar
  Hari Toleransi Internasional, yang kita peringati setiap tanggal 16 November, bukanlah sekadar perayaan keragaman, melainkan sebuah undangan global untuk melakukan introspeksi mendalam. Momen ini menandai adopsi Deklarasi Prinsip-Prinsip Toleransi UNESCO pada 1995, yang kemudian dikukuhkan oleh Resolusi PBB 51/95. Tujuan utamanya, seperti ditegaskan PBB, adalah untuk menekankan bahwa toleransi membutuhkan upaya lebih dari sekadar menerima satu sama lain secara pasif. Pertanyaannya pun menjadi krusial dan mendesak: Mengingat turbulensi global saat ini, bagaimana kita dapat benar-benar mewujudkan toleransi sebagai sebuah tindakan aktif dalam kehidupan kita sehari-hari? Secara akademis, Deklarasi UNESCO menjelaskan bahwa toleransi bukanlah bentuk pemanjangan atau ketidakpedulian pasif terhadap orang lain, melainkan rasa hormat dan apresiasi aktif terhadap kekayaan keragaman budaya, bentuk ekspresi, dan cara hidup manusia, serta pengakuan terhadap hak asasi manusia universal. Namun, ...

Pahlawan Nasional atau Pahlawan Kontroversi? Soeharto dalam Perspektif Legitimasi Pemerintahan

Gambar
  Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia. Peristiwa heroik di Surabaya tahun 1945 menjadi simbol perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan dari kekuatan kolonial yang hendak kembali berkuasa. Pertempuran tersebut menunjukkan kekuatan solidaritas rakyat, semangat nasionalisme, dan keyakinan bahwa pemerintahan yang sah harus lahir dari kehendak rakyat. Dalam perspektif ilmu pemerintahan , peristiwa 10 November menegaskan prinsip legitimasi rakyat (popular sovereignty) sebagai dasar kekuasaan negara. Pemerintahan yang kuat tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kepercayaan dan dukungan rakyatnya. Dalam konteks pembangunan bangsa pascakemerdekaan, makna kepahlawanan seringkali dikaitkan dengan kontribusi terhadap negara dan pemerintahan. Salah satu tokoh yang banyak dibicarakan dalam hal ini adalah Soeharto , Presiden kedua Republik Indonesia. Dari sudut pandang ilmu pemerintahan, masa kep...

Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia

Gambar
Pada tanggal 17 Oktober, diperingati sebagai hari pemberrantasan kemiskinan sedunia. Peringatan tersebut bertujuan untuk memberantas kemiskinan di seluruh dunia. Melalui peringatan ini, seluruh penduduk dunia diajak untuk melek terhadap perjuangan orang-orang yang hidup miskin dan berjuang untuk lepas dari jeratan tersebut.  Peringatan hari Internasional untuk pemberantasan kemiskinan dapat ditelusuri Kembali ke 17 Oktober 1987. Pada hari itu, Joseph Wresinki yang merupakan seorang aktivis kemiskinan pada saat itu berhasil mengumpulkan 100 ribu massaa. Joseph Wresinki mengumpulkan massa tersebut sebagai wujud penghormatan pada korban kelaparan, kemiskinan, kekerasan serta ancama di Human Rights and Liberties Plaza de Trocadero, Paris. Para massa sepakat menyatakan bahwa kemiskinan merupakan pelanggaran HAM serta menegaskan akan pentingnya bersatu untuk memastikan bahwa hak-hak tersebut dapat dihormati. Mengutip dari situs resmi PBB, mereka yang hadir dalam acara deklarasi meny...

Hari Guru Sedunia, Harapan untuk Profesi Mulia

Gambar
  Hari Guru Sedunia atau World Teachers' Day diperingati pada 5 Oktober setiap tahunnya. Pertama kali dirayakan pada tahun 1994, peringatan ini menandai lahirnya rekomendasi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan International Labor Organization (ILO) mengenai status guru. ‎ ‎Isi rekomendasi ini mengatur terkait hak, tanggung jawab, standar kualifikasi, serta kondisi belajar mengajar. Perayaan global bukan sekedar acara tahunan, melainkan simbol penghargaan dunia terhadap dedikasi guru dalam dunia pendidikan. ‎ ‎Perayaan Hari Guru Sedunia ini bersifat global dan diakui secara internasional. Hari Guru Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap peran guru di seluruh dunia dalam pembangunan sosial dan ekonomi global. ‎ ‎Tahun ini, Hari Guru Sedunia mengusung tema “Recasting Teaching as a Collaborative Profession” atau “Merekontruksi Mengajar sebagai Profesi Kolaboratif”. ‎ ‎Tema ini menyoroti pentingnya kolaborasi dalam...

30 September: Alarm Sejarah untuk Indonesia Hari Ini

Gambar
  Pada 30 September 1965 ditandai dengan pengibaran setengah bendera Merah Putih. Waktu itu Indonesia diguncang oleh Gerakan 30 September (G30S/PKI). Gerakan ini menculik dan membunuh enam jenderal serta satu perwira TNI AD dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Lubang Buaya. Tujuan mereka adalah mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis yang bertentangan dengan jati diri bangsa. Peristiwa ini menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap persatuan dan kedaulatan Indonesia. Jika peristiwa itu berhasil, Indonesia mungkin tidak akan berdiri dengan Pancasila seperti sekarang. Sejarah membuktikan, pengkhianatan terhadap bangsa bisa terjadi kapan saja, bahkan dari dalam negeri sendiri. Saat ini, ancaman terhadap Indonesia hadir dalam bentuk yang berbeda yakni, korupsi, hoaks, disinformasi, dan lunturnya semangat kebangsaan generasi muda. Apabila rakyat lengah, maka bangsa ini bisa kembali terpecah, meski bukan dengan senjata, melainkan dengan mental yang rapuh dan mu...

Hari Tani Nasional: Reforma Agraria yang Masih Jauh dari Sawah

Gambar
  Setiap 24 September, bangsa Indonesia kembali meneguhkan makna Hari Tani Nasional. Peringatan ini lebih dari sekadar seremoni: ia menjadi panggilan agar negara dan masyarakat tak berhenti mengawal keadilan agraria. Sejarah agraria di Negeri ini memang sarat luka. Sejak zaman kolonial Belanda, kebijakan Agrarische Wet 1870 membuka jalan bagi dominasi perkebunan asing dan marginalisasi petani pribumi. Struktur kepemilikan tanah menjadi timpang: sedikit penguasa tanah, banyak petani tak memiliki lahan sendiri. Pasca kemerdekaan, konstitusi memberi mandat kuat: Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Mandat itu diwujudkan lewat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960, disahkan 24 September 1960. Untuk mengenang itu, Presiden Soekarno menetapkan 24 September sebagai Hari Tani Nasional lewat Keppres Nomor 169 Tahun 1963. Namun lebih dari enam dekade kemudian, janji keadilan agraria ...

Hari Demokrasi Internasional

Gambar
  Setiap tanggal 15 September, dunia merayakan Hari Demokrasi Internasional. Tanggal inid itetapakan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2007 sebagai bentuk dedikasi Bersama untuk menjaga, merawat, serta mengembangkan nilai-nilai demokrasi di berbagai negara. Demokrasi lahir dari perjalan Panjang Sejarah, sebagai buah dari perjuangan rakyat untuk mendapatkan keadilan, kesetaraan, dan kesempatan berpartisipasi dalam menentukan arah Pembangunan bangsa. Dalam sistem demokrasi, rakyat ditempatkan sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengungkapkan pendapat, berkontribusi, dan  berpartisipasi dalam Keputusan yang memengaruhi kepentingan publik dan negara. Demokrasi bukan tentang pemilihan parlemen yang bebas, jujur dan adil, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebebasan pers, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan peran Masyarakat sipil dalam memantau jalannya pemerintahan. Setia...

Tragedi Tanjung Priok 1984: Luka yang Belum Tuntas

Gambar
  Peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984 menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah politik Indonesia yang hingga kini masih menyisakan luka. Insiden ini tidak hadir tiba-tiba, melainkan lahir dari ketegangan panjang antara rezim Orde Baru dengan kelompok masyarakat, khususnya komunitas Muslim di Jakarta Utara, yang merasa ruang keberagamaan mereka semakin dipersempit oleh kebijakan negara. Pemicunya terjadi dua hari sebelumnya, ketika seorang Babinsa, Sertu Hermanu, memasuki Musholla Assa’adah tanpa melepas sepatu dan mencopot spanduk yang dianggap menentang kebijakan asas tunggal Pancasila. Peristiwa itu dianggap melecehkan kesucian rumah ibadah, memicu amarah warga, dan mendorong terjadinya protes massal. Situasi semakin memanas ketika beberapa orang ditahan, sehingga gelombang solidaritas umat muncul dalam bentuk pengajian akbar yang berujung pada bentrokan besar dengan aparat pada malam 12 September 1984. Ketika ribuan orang berkumpul untuk menyuarakan ketidakpuasa...

Munir: Racun di Langit, Luka di Bumi

Gambar
Munir Said Thalib lahir di Batu, Jawa Timur, 8 Desember 1965, dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Brawijaya sebelum dikenal sebagai advokat HAM yang lantang membela kaum tertindas. Kariernya dimulai dari LBH Surabaya tahun 1989, kemudian pindah ke YLBHI Jakarta pada 1996, tepat di tahun-tahun terakhir Orde Baru. Munir tampil sebagai wajah perlawanan terhadap praktik penculikan dan penghilangan paksa aktivis. Pada 1998, ia mendirikan KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, yang hingga kini menjadi simbol keberanian melawan impunitas negara. KontraS bukan sekadar lembaga advokasi, melainkan monumen moral yang menolak lupa terhadap kekerasan negara. Namun, di mata sebagian elite, langkah Munir adalah ancaman: upaya membuka tabir gelap masa lalu dianggap mengganggu stabilitas politik yang sedang dibangun di awal reformasi. Perlawanan Munir dibayar mahal. Rumahnya pernah diteror bom pada 2003, kantor KontraS diserang massa bayaran, dan dirinya kerap menerima...

Ketika Wakil Rakyat Melawan Rakyat: Ironi Legislatif dan Eksekutif dalam Sistem Demokrasi

Gambar
  Pendahuluan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia memikul tanggung jawab besar untuk menjadi penyalur aspirasi rakyat, pembuat undang-undang, dan pengawas jalannya pemerintahan. Namun, kericuhan yang terjadi di sekitar DPR pada Sepanjang Agustus 2025 memperlihatkan ironi: lembaga yang seharusnya menjadi representasi rakyat justru berhadapan secara langsung dengan rakyatnya sendiri. Gelombang demonstrasi yang meluas, diwarnai bentrokan, serta tindakan represif aparat, mempertegas adanya krisis kepercayaan publik terhadap DPR. Fenomena ini dapat dipahami sebagai bentuk crisis of representation (Rosanvallon, 2008), yakni ketika lembaga demokrasi formal kehilangan legitimasi karena tidak mampu menyalurkan aspirasi rakyat secara otentik. Secara normatif, DPR adalah “rumah rakyat”. Dalam kerangka Trias Politika , DPR mengemban fungsi legislatif membuat undang-undang, menetapkan anggaran, dan melakukan pengawasan terhadap pemeri...

Hari Kemanusiaan Sedunia: Memperkuat Solidaritas Global dan Memberdayakan Komunitas Lokal

Gambar
  Setiap tanggal 19 Agustus, dunia memperingati World Humanitarian Day (Hari Kemanusiaan Sedunia), hari yang ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2008 dan pertama kali diperingati pada tahun 2009. Hari ini diabadikan sebagai penghormatan bagi para pekerja kemanusiaan yang telah berjuang dan bahkan mengorbankan nyawa demi membela nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik, bencana, dan krisis lainnya. Latar belakangnya bermula dari tragedi pengeboman di Hotel Kanal, Baghdad, Irak, pada 19 Agustus 2003, yang menewaskan 22 pekerja PBB, termasuk Sérgio Vieira de Mello, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB. 1. Kejadian yang Menjadikan Hari Ini Diperigati Peristiwa tragis pengeboman di Hotel Kanal, Baghdad, pada 19 Agustus 2003, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi dunia kemanusiaan, tetapi juga menggugah kesadaran global tentang pentingnya melindungi para pekerja kemanusiaan yang berada di garis depan. Kejadian ini memperlihatkan bah...

Hari Konstitusi Republik Indonesia 2025

Gambar
  Setiap tanggal 18 Agustus, bangsa Indonesia kembali menapaki jejak sejarah penting—hari ketika Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) resmi disahkan sebagai landasan hukum dan dasar negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan . Sejak 2008, tanggal ini telah ditetapkan secara resmi sebagai Hari Konstitusi Republik Indonesia, melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008, yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 September 2008. Keputusan ini menegaskan bahwa tanggal tersebut diperingati bukan sebagai hari libur, melainkan sebagai momentum reflektif yang menghidupkan semangat konstitusional . Makna dan Fungsi Hari Konstitusi Hari Konstitusi menjadi penghubung antara kemerdekaan (17 Agustus) dan sistem ketatanegaraan (18 Agustus). Pengesahan UUD 1945 menandai perjalanan formal berdirinya negara Indonesia yang berdasarkan hukum dan nilai keadilan . Momentum ini mengingatkan bahwa semua k...

Di Bawah Bayang-Bayang Negara: Penulisan Ulang dan Sejarah Resmi Indonesia

Gambar
  Berdasarkan penjelasan Kementrian Kebudayaan, Fadli Zon, dalam kegiatan diskusi publik tentang draf penulisan buku sejarah Indonesia di Universitas Indonesia, beliau mengatakan bahwa, sejauh ini, buku sejarah resmi Indonesia belum mencakup secara menyeluruh peristiwa-peristiwa penting pasca-Reformasi, seperti masa pemerintahan setelah BJ Habibie, termasuk fenomena seperti gerakan separatis, kasus terorisme, pandemi COVID-19, dan sebagainya sesuai dari draf jilid ke-10. Karena itu, narasi resmi masih berfokus pada periode sebelum dan sekitar 1998, sehingga meninggalkan kekosongan dalam mendokumentasikan dinamika politik dan sosial dua dekade terakhir. Dalam konteks inilah, penulisan ulang sejarah menjadi penting sebagai upaya memperbarui cakupan sejarah nasional secara lebih lengkap.  Namun, pembaruan narasi saja tak cukup jika tak disertai pelibatan yang adil. Tanpa transparansi dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat melalui uji publik atau diskusi terbuka, kita patut m...

Ancaman Nyata Menggerogoti Masa Depan Bangsa

Gambar
Korupsi di Indonesia bukan lagi soal miliaran rupiah, melainkan sudah mencapai angka ratusan triliun. Baru-baru ini, kasus korupsi senilai Rp 271 Triliun mencuat, dan kini muncul lagi dengan angka fantastis Rp 285 Triliun. Senin (13/7), Kejaksaan Agung RI menetapkan Riza Chalid, yang dikenal sebagai "The Gasoline Father," sebagai tersangka korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) tahun 2018 sampai dengan 2023. Mirisnya, berita korupsi seolah tak pernah habis di negeri ini. Ironisnya, korupsi sudah menjadi hal yang biasa. Sesuai pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” tidak hanya Riza yang terlibat, tetapi anaknya, Kerry Andrianto juga ikut terlibat dalam kasus ini. Selain keduanya, ada beberapa orang lainnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini sangat memprihatinkan karena seharusnya negara kita melawan praktik kotor ini dengan tegas. Jangankan tegas, pengesahan UU Perampasan Aset untuk para koruptor yang selama ini dig...

Hari Keadilan Internasional Dunia

Gambar
  Hari Keadilan Internasional Dunia diperingati setiap tanggal 17 Juli sebagai bentuk pengakuan global terhadap pentingnya keadilan, terutama dalam upaya menegakkan hukum atas kejahatan paling serius seperti genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang. Tanggal ini dipilih untuk memperingati berdirinya Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada tahun 1998, melalui Statuta Roma, sebagai lembaga hukum internasional yang independen. Peringatan ini menjadi simbol bahwa dunia tidak tinggal diam terhadap pelanggaran berat atas hak asasi manusia. Hari ini, tanggal 17 Juli 2025 bukan sekadar peringatan Hari keadilan Nasional Dunia, tapi sebuah momen penting untuk merefleksikan sejauh mana dunia telah berkomitmen terhadap prinsip keadilan universal. Negara-negara, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga hukum di seluruh dunia menggunakan momentum ini untuk mendorong reformasi hukum, memperkuat peran peradilan, serta memperjuangkan hak-hak korban kejahatan berat. Keadilan ...